Nozzle printer 3D

Bagaimana Cara Memilih Nozzle Printer 3D

Setidaknya terdapat 50 komponen penyusun untuk sebuah printer 3D untuk dapat beroperasi secara normal. Sebagai bagian terakhir yang bersentuhan dengan filament hingga menjadi sebauh objek 3 dimensi, nozzle dapat mempengaruhi kekuatan hasil cetakan, lamanya waktu mencetak, dan bahan/material cetak yang digunakan. Pada bagian ini, kita akan melihat lebih dalam lagi mengenai fungsi dan karakteristik komponen nozzle dalam sebuah printer 3D. Sehingga kita bisa menentukan bagaimana cara memilih nozzle printer 3D yang cocok untuk printer 3D kita dalam membangun projek objek tiga dimensi.

Nozzle digunakan sebagai alat untuk memanaskan, menyalurkan filamen dan membentuk objek dalam build area, sehingga memilih nozzle yang tepat akan sangat menentukan hasil akhir dari sebuah pencetakan 3D.  Pada bagian ini kita akan meninjau mengapa nozel itu penting, apa yang membuat mereka berbeda, dan beberapa kelebihan dan kekurangan mereka. Karakteristik kunci yang harus dicari adalah ukuran dan material nozzle printer 3D.

Ukuran Nozzle Printer 3D: Besar vs Kecil

Diameter nozzle umumnya berkisar antara 0,1 mm hingga 1,0 mm. Hal ini memberikan opsi kepada pengguna untuk memilih nozzle dengan ukuran berapa yang sesuai dengan projek yang sedang dikerjakan. Tetapi dengan begitu banyak pilihan, mana yang terbaik?Ukuran Nozel printer 3D

Saat memilih nozzle sebuah printer 3D, yang bisa kita jadikan sebagai pertimbangan adalah sebarapa banyak filament yang akan diekstrusi dan seberapa cepat waktu yang dibutuhkan. Mungkin tidak perlu mengambil kesimpulan jika nozzle yang lebih besar dari 0.4mm (> 0.4mm) akan mengeluarkan lebih banyak material daripada nozzle yang lebih kecil (<0.4mm), tetapi bagaimana hal itu mempengaruhi cetakan 3D kita, mungkin kurang jelas benar korelasinya. Berikut ini beberapa panduan umum tentang perbedaan antara menggunakan nozzle yang lebih besar dan nozzle yang lebih kecil:

  • Nozel Besar (> 0,4 ​​mm):
    Kekuatan tinggi
    Waktu cetak berkurang
    Lebih sedikit kesalahan cetak terkait nozzle
  • Nozel Kecil (<0,4 mm):
    Presisi lebih tinggi
    Kualitas lebih tinggi
    Lebih mudah dihapus jika terjadi kesalahan

Seharusnya menjadi perhatian kita untuk terlebih dahulu meninjau kebutuhan pembentukan objek dan penggunaan filament sebelum memilih nozzle. Ukuran nozzle yang paling umum digunakan adalah 0,4 mm karena memberikan keseimbangan yang baik antara kecepatan cetak dan ketepatan (presisi) hasil cetak. Secara umum, menggunakan nozzle 0,4 mm akan menawarkan fleksibilitas yang baik dimana kecepatan dan kualitas hasil cetak juga akan didapat lebih baik.

Material/Bahan Nozzle

Pada umumnya, printer 3D yang kita order akan datang dengan nozzle berbahan kuningan standar. Namun bahan nozel printer 3D bukan satu-satunya terbuat dari kuningan, terdapat juga nozzle yang menggunakan baja tahan karat, baja yang dikeraskan, dan banyak lagi. Saat mencetak lebih banyak bahan eksotis, penting untuk memahami jenis bahan nozzle yang digunakan. Menggunakan jenis material yang salah untuk filament dapat menyebabkan kerusakan pada nozzle dan merusak bangunan objek 3 dimensi kita. Berikut adalah bagaimana panduan yang baik ketika menentukan bahan yang dapat digunakan dengan berbagai jenis nozel.

  • Kuningan: Bahan non-abrasif saja
    Memungkinkan pembuat untuk menggunakan berbagai macam bahan tetapi terbatas pada bahan non-abrasif, seperti: PLA, ABS, PETG, Nilon dan TPE.
  • Stainless Steel: Penggunaan ringan dengan bahan abrasif
    Memungkinkan pembuat menggunakan berbagai macam bahan. Nozel stainless steel perlu diganti lebih sering daripada baja yang dikeraskan. Filament yang cocok dengan nozzle jenis ini, antara lain : NylonX, Fiber Karbon, Filamen logam (Baja penuh, Berisi besi, Diisi kuningan) dan filament eksotis (kayu, berisi keramik)
  • Hardened Steel: Penggunaan berat dengan bahan abrasif.
    Memungkinkan pembuat menggunakan bahan abrasif dan memiliki masa pakai yang lebih lama dari nozzle baja nirkarat. Bahan ini direkomendasikan untuk pembuat yang menemukan diri mereka menggunakan bahan abrasif banyak.
  • Ruby Tipped: Penggunaan berat dengan bahan abrasif

Jadi pada akhrinya, penting bagi kita untuk mempertimbangkan ukuran dan material nozzle mana yang cocok untuk pembangunan cetakan 3D. Memahami kelebihan dan kekurangan jenis nozzle yang berbeda dapat sangat meningkatkan keputusan Anda dan meningkatkan kemampuan pencetakan 3D Anda.

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *