12 Agustus 2020
Tips merawat printer 3D

Tips Merawat Printer 3D Yang Mudah Dilakukan

Ketika kita terjun untuk berwirausaha dalam bidang cetak 3D, maka objek 3D yang kita hasilkan akan menjadi patokan keberhasilan usaha kita. Dan telah menjadi kewajiban kita untuk memastikan pelanggan mendapatkan layanan sebaik mungkin. Sebagai bisnis kecil atau wirausahawan yang menawarkan objek cetak 3D, kita harus tahu betapa pentingnya untuk membuat pelanggan kita tetap terhubung dengan kita. Menawarkan pelanggan dengan desain khusus dan unik adalah satu hal, tetap kita harus segera bertindak jika terjadi tumpukan pesanan atau printer 3D kita rusak tidak bisa digunakan.

Berikut akan diulas mengenai beberapa tips agar usaha pencetakan 3D kita menjadi lebih baik, sehingga dapat mempertahankan investasi kita dan tetap berada di depan dalam persaingan. Dengan melakukannya, kita akan menghemat banyak waktu dan usaha, dan menempatkan usaha kita pada posisi yang lebih baik untuk menarik pelanggan baru. Tulisan ini disadur dari https://all3dp.com.

  1. Selalu perbarui firmware printer 3D
    Memastikan agar firmware printer 3D selalu diperbarui. Pembaruan firmware yang biasanya dikeluarkan oleh pabrikan atau penyedia software biasanya menyediakan fitur terbaru untuk printer 3D kita. Kita akan dapat mencetak item dengan kualitas terbaik yang tersedia yang sebelumnya belum bisa digunakan (dengan menggunakan firmware yang lama). Dengan poisi ini, kita bisa mendapatkan kesempatan mendapatkan keuntungan lebih dalu dibanding kompetitor kita. Untuk memperbarui firmware pada printer 3D kita, kita dapat periksa situs web produsen printer 3D kita. Atau, jika printer 3D kita memiliki wifi yang aktif, printer ini seharusnya memiliki opsi untuk mengunduh dan menginstal pembaruan firmware secara otomatis dari cloud.
  2. Pastikan menggunakan filament yang tepat untuk pekerjaan tertentu
    Sebelum memasukkan filament ke dalam printer 3D, lepas gulungan sedikit untuk memeriksa apakah ada simpul dan kekusutan. Sama seperti printer 2D, benda asing akan menyebabkan mesin macet. Jika ini terjadi di tengah percetakan, kita akan kehilangan waktu produksi yang berharga. Tidak ada ruginya melakukan pemeriksaan cepat sebelum memulai setiap pekerjaan. Coba ikuti arahan pabrikan untuk jenis filament terbaik yang dapat digunakan di printer 3D kita.
  3. Mencetak dalam resolusi standar
    Tidak selalu mencetak dengan resolusi tinggi akan menghasilkan objek terbaik. Semakin tinggi resolusi objek cetak – semakin tipis lapisan filamennya – maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Dan ketika Anda memfaktorkan objek berukuran sedang untuk dicetak, kita melihat waktu penyelesaian 24 jam atau lebih. Sebaliknya, semakin rendah resolusi cetak (dan semakin kecil objek), semakin cepat kita dapat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya. Resolusi standar adalah titik tengah yang sempurna, memberikan bisnis kita kualitas yang dibutuhkan dengan kecepatan yang membantu kita bisa mengikuti permintaan pelanggan.
  4. Ganti warna filament pada saat jeda pencetakan
    Mencetak dalam berbagai warna itu mudah. Printer 3D yang lebih mahal dapat mencetak lebih dari 2 warna sekaligus. Tetapi bisnis cetak kita juga dapat mencetak dalam warna ekstra tanpa biaya tambahan. Berhantikan sejenak proses cetakan kita, dan kemudian tukar filament untuk warna yang berbeda. Kemudian lanjutkan pencetakan dan -kita akan memiliki banyak warna. Trik ini dapat diulang sesering mungkin. Taktik lain adalah mencetak bagian-bagian yang terpisah dalam warna yang berbeda, misalnya anggota badan boneka artikulasi, dan kemudian merakit model yang sudah jadi.
  5. Koleksi tools pembantu proses pencetakan
    Kita sebagai seorang pencetak objek 3D profesional, sehingga kita harus memiliki alat yang tepat untuk pekerjaan itu. Di bengkel atau ruang kerja kita, kumpulkan kitbag yang mencakup spatula, tang, jarum, dan benda lainnya yang membantu untuk membentuk, dan menghapus potongan-potongan ekstra dari barang cetakan 3D Anda. Dan bahkan jika printer 3D Anda memiliki print bed yang dipanaskan, kadang-kadang ada baiknya menggunakan perekat lembut seperti hairspray untuk memastikan lapisan pertama dari cetakan selalu terikat pada plat build.
  6. Amplas dan Cat objek hasil cetakan
    Setelah pekerjaan cetak selesai dibutuhkan sentuhan pribadi pada objek cetak 3D dengan memperhatikan detailnya. Menggunakan aseton untuk menghaluskan cetak 3D akan menjadikan hasil cetakan kita nilai tambah dari customer kita.
  7. Buat profil cetak khusus sebagai ciri khas bisnis printing 3D kita
    Tidak semua pekerjaan cetak sama, jadi mengotak-atik profil cetak untuk menghasilkan hasil terbaik merupakan hal yang semestinya kita lakukan. Semua printer 3D menawarkan opsi “baik, lebih baik, terbaik” untuk pengaturan cetak. Kita bisa membuat pengaturan sendiri untuk hal ini dan menyimpannya kedalam pengaturan kustom kita sendiri, yang dapat digunakan dikemudian hari. Ini sangat berguna bagi pelanggan tetap yang memiliki persyaratan khusus untuk pekerjaan cetak mereka.
  8. Siapkan printer 3D untuk proyek berikutnya
    Kita tidak pernah tahu kapan pesanan cetak 3D datang, sebagi pelaku UKM (Usaka Kecil dan Menengah) kita harus siap untuk memulai setiap proyek baru dengan cepat dan mudah. Bersiaplah untuk dapat bergerak cepat filament di mesin Anda dan memiliki plat build yang siap pakai.

Demikian beberapa tips dalam memelihara printer 3D kita, sebagai bagian dari keberlangsungan wira usaha dibidang pencetakan 3 dimensi. Semoga bermanfaat.

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *