Kalibrasi_printer-3D

Bagaimana Cara Mengkalibrasi Printer 3D

Berhasil tidaknya proses pencetakan objek 3D salah satunya bergantung pada proses kalibrasi yang kita lakukan pada printer 3D sebelum proses pencetakan dilakukan. Semakin baik proses kalibrasi, maka hasil cetak yang kita dapatkan akan semakin halus dan proses pencetakannyapun akan semakin lancar. Berikut adalah hal yang kita harus perhatikan untuk kalibrasi printer 3D kita.

  • Cetakan di lapisan pertama
  • Kalibrasi Motor Stepper
  • Kalibrasi Filament

Cetakan di Layer Pertama

Hasil cetak lapisan pertama yang baik sangat menentukan untuk proses cetak secara keseluruhan. Jika cetakan pada lapisan pertama baik maka proses cetak selanjutnya hingga selesai akan memiliki kemungkinan sukses yang besar dan jika sebaliknya maka proses cetak akan mengalami kegagalan. Jika nozzle terlalu dekat dengan bed, maka lapisan pertama akan terhimpit dan kemungkinan hancur/tidak nyata, artinya kita harus membatalkan cetakan kita. Sementara itu, jika nozel terlalu jauh dari bed, cetakan kita akan kekurangan daya lekat/adhesi dan akan megalami kegagalan.

Kita dapat menggaransi lapisan pertama cetakan kita agar hasilnya baik, dengan menyetel Z offset. Z offset adalah nilai yang pada dasarnya memberitahu printer seberapa jauh jarak nozel dari tempat cetak (bed build). Tujuannya agar lapisan pertama dapat menempel sempurna di bed. Jika kita melihat bahwa lapisan pertama tidak nyata atau tidak sempurna, maka kita harus meninggikan Z offset. Sebaliknya, jika lapisan pertama cetakan terlihat mengelupas dari bed, maka kita harus menurunkan Z offset.

Kalibrasi Motor Stepper

Printer 3D menggunakan motor stepper, yang berputar dengan langkah-langkah kecil untuk memindahkan ekstruder pada jarak tertentu. Misalnya, jika satu putaran 100 langkah, maka motor harus memutar 50 langkah untuk memutar setengah putaran. Ini memungkinkan untuk kontrol rotasi yang sangat tepat. Untuk printer 3D, kalibrasi motor stepper akan menentukan hubungan antara langkah dan jarak extruder diatas bed. Berikut beberapa langkah pada seting motor stepper.

  • Langkah 1:Seting Nilai
    Untuk mengkalibrasi extruder , kita harus memastikan bahwa printer 3D kita akan mengekstrusi filamen dalam jumlah yang tepat. Untuk memastikan ini, kita harus mengirim beberapa perintah kode-G ke printer 3D kita.
  • Langkah 2: Kalibrasi ekstruder
    Untuk benar-benar melakukan kalibrasi, kita perlu memberi tahu nilai baru pada printer. Untuk melakukan ini, kirim perintah M92 E [D] ke printer. Sementara perintah ini memberi tahu printer nilai baru dan perintah M500 akan commit nilai baru tersebut.
  • Langkah 3: Kalibrasi sumbu (axis) printer 3D
    Setelah mengkalibrasi extruder, penting juga untuk mengkalibrasi sumbu printer. Mengkalibrasi sumbu sama dengan mengkalibrasi ekstruder, tetapi mengharuskan kita benar-benar mencetak sesuatu. Misalnya, kita dapat mencetak kubus kecil. Setelah kubus selesai dicetak, maka kita ukur setiap dimensinya.

Pengaturan Filament

Setiap gulungan filament yang kita gunakan memiliki karakteristik yang berbeda. Bahkan filament dari produsen yang sama namun dengan warna berbeda dimungkinkan dapat memiliki sifat yang berbeda. Untuk mendapatkan hasil cetak terbaik, kita harus menyempurnakan pengaturan filament yang akan kita gunakan. Biasanya kita akan mendapatkan cetakan yang baik hanya dengan menggunakan pengaturan yang direkomendasikan oleh produsen filament. Namun ada baiknya kita mengikut langkah berikut ini setiap kali membuka gulungan filament baru.

  • Langkah 1: Ukur diameter filament
    Gunakan kaliper untuk mengukur diameter filamen yang sebenarnya. Diameter gulungan filamen seringkali berbeda dari diameter yang dilaporkan oleh pabrik hingga beberapa persen. Toleransi dalam diameter biasanya dicetak pada gulungan. Ukur filamen di beberapa tempat (setidaknya tiga) tempat di sepanjang gulungan dan ambil rata-rata pengukuran. Masukkan hasil ini sebagai diameter filament pada software slicer kita. Ketepatan nilai diametet filament dapat membantu memastikan bahwa printer kita akan mengekstrusi jumlah filament yang tepat.
  • Langkah 2: Sesuaikan suhu cetak yang tepat
    Dengan menggunakan tools ‘menara suhu’ atau temperature tower, kita dapat mengetahui tinkat keakuratan printer 3D kita. Ada banyak pilihan berbeda yang tersedia secara online, tetapi ide dasarnya sama untuk semuanya. Mereka dipisahkan menjadi blok pada ketinggian yang berbeda, di mana setiap blok harus dicetak pada suhu yang berbeda. Dengan menganalisis blok setelah pencetakan, kita dapat menentukan suhu terbaik untuk mencetak filament kita. Jika slicer kita kita tidak memungkinkan untuk mencetak objek menara dengan suhu yang berbeda pada ketinggian yang berbeda, kita harus mengedit G-Code secara manual sebelum mencetak. Ini membutuhkan memasukkan perintah G-Code untuk mengatur suhu ekstruder. Perintah seperti itu dimulai dengan M104.
Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *