12 Agustus 2020
harga Anet A8

Harga Anet A8 Printer 3D DIY Kian Terjangkau Cocok Bagi Pemula

Ketika kita memutuskan untuk membeli sebuah printer 3D, yang menjadi pertimbangan adalah harga, kualitas barang dan kemudahan cara pengoperasiannya. Menginvestasikan uang untuk membeli sebuah printer 3D akan menjadi pertimbangan yang bukan prioritas bagi kebanyakan orang, disamping harga yang tidak murah dan material pembangun objek yang tidak mudah didapat juga cara pengoperasiannya yang harus dibarengi oleh skill yang mumpuni dalam hal pembuatan model objek 3 dimensi. Belum lagi proses perakitan printernya sendiri yang lumayan memakan waktu dan fikiran, karena untuk printer 3D dengan harga terjangkau biasanya printer 3D yang berjenis DIY (plesetan dari Do-It-Yourself, -atau lakukan sendiri, rakit sendiri oleh pembeli-) yang akan menjadi pilihan.  Dari beberapa printer 3D DIY, terdapat merk yang sedang populer di Indonesia yaitu, Anet A8, dimana harga Anet A8 dijamin tidak akan menguras kantong terlalu dalam dengan konvensasi printer 3D yang memiliki kualitas mumpuni di kelasnya.

Anet A8 merupakan printer 3D yang ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, kalau di Amazon dibanderol dengan harga $220 belum termasuk ongkir atau berkisar Rp. 3,5 jutaan (dengan kurs Rp. 14.000-an) bisa kita dapatkan.

Pada saat Anda membeli Anet A8, Anda akan mendapatkan 3 buah bundle streoform yang berisi komponen-komponen yang harus dirangkai terlebih dahulu. Jangan berharap pada saat Anda menerima paket pembelian Anet A8, Anda akan langsung bisa menggunakannya. Ibarat potongan puzzle, kita diharuskan merangkainya dengan teliti hingga didapat sebuah bangun printer 3D yang harus dikalibrasi sebelum siap digunakan. Oleh karena itu, disertakan juga USB yang berisi tutorial didalam paket pembeliannya. Untuk membantu kita, tersedia tutorial online dan komunitas DIY printer 3D menjadi partner yang harus kita dekati untuk memulai perakitan printer 3D.

Cara kerja dari Printer 3D ini adalah dengan pemanasan meterial (bisa PLA, ABS, etc.) melalui nozzle yang akan bergerak pada sumbu X dan Y berdasarkan pola dari model objek 3 dimensi yang sudah ditentukan. Objek 3D akan dibentuk pada tempat yang dinamakan sebagai build area. Printer 3 dimensi Anet A8 memiliki buil area atau volume cetak : 220mm x 220mm x 240mm dengan diameter nozzle 0,4 mm dan ketebalan 0,1 – 0,3 mm. Untuk mengotrol dan mengetahui proses pencetakan, Anet A8 sudah dilengkapi dengan LCD dan card reader sehingga memudahkan pengguna melakukan pencetakan file STL atau G-Code yang tersimpan di SD Card.


Spesifikasi Anet A8 :

Print Area: 220 x 220 x 240mm
Frame material: Acrylic plate
Platform board: Aluminum Base
Nozzle quantity: Single
Nozzle diameter: 0.4mm
Layer thickness: 0.1-0.3mm
Offline print with SD card
LCD Screen: Yes
Print speed: up to 100mm/s
Material diameter: 1.75mm
File format: G-code, OBJ, STL
XY-axis positioning accuracy: 0.012mm
Z-axis positioning accuracy: 0.004mm
Voltage: 12V
Host computer software: Cura, Repetier-Host
Packing Type: unassembled packing
Certificate: EMC, FCC, LVD, RoHs

Printer Anet A8 ini kompatibel dengan OS yang sudah familiar yaitu : Windows XP, Windows 7, Windows 8, Windows 10, Mac, dan Linux.

Secara umum printer ini dapat digunakan oleh para beginers yang suka bereksperimen untuk pembuatan model 3D yang bisa digunakan untuk pemodelan suatu produk sebelum diproduksi masal atau sebagai media belajar sebelum menggunakan printer 3D yang bisa digunakan untuk produksi barang-barang komersial.

Kelebihan dan Kekurangan Printer 3D Anet A8
Kelebihan :

  • Harga yang relatif terjangkau
  • Mampu diandalkan dalam pencetakan 3D
  • Dapat dimodifikasi
  • Tersedia banyak model 3D yang bisa dicetak
  • Sebagai sarana belajar pencetakan 3D dengan metode FDM
  • Dapat digunakan untuk projek hobi

Kekurangan

  • Instruksi perakitan yang terbatas
  • Dapat menyulitkan kalau belum memiliki pengetahuan mengenai printer 3D
  • Interface yang terbatas
  • Dibutuhkan waktu yang lama untuk dapat menghasilkan model cetak yang terbaik
  • Kalibarsi secara manual akan sangat menyulitkan
  • Bentuk printer 3D sendiri agak kurang elegean/estetik

 

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *