19 Oktober 2021
teknlologi3dprinting berbasis Resin

Bagaimana Cara Kerja Printer 3D Berbasis Resin (SLA dan DLP)?

Printer 3D SLA dan DLP menggunakan resin cair sebagai bahan material cetak 3D. Resin khusus, yang dikenal sebagai photopolymer, menjadi padat saat dikenai (diaktifkan) oleh sumber cahaya tertentu. Diperlukan sebuah proyektor laser atau sumber cahaya yang dapat memadatkan resin cair. Resin cair ini disimpan didalam tangki khusus yang merupakan bagian dari sebuah printer 3D. Pembentukan objek 3 dimensi dilakukan lapisan demi lapisan. Proses solidifikasi resin biasa disebut dengan isitilah photopolymerization. Terdapat dua teknologi pencetakan 3D berbasis resin, yaitu :

  • SLA (Stereolithography): laser menyembuhkan resin di dalam tangki untuk membentuk benda dari titik ke titik
  • DLP (Digital Light Processing): resin disembuhkan oleh proyektor cahaya lapis demi lapis

Dalam perkembangannya, terdapat teknologi photopolymerization ketiga yang disebut CDLP (Continuous Digital Light Processing), yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari teknologi DLP yang dikembangkan oleh Carbon3D. Teknologi ini menghasilkan objek berkualitas tinggi dengan proses pembuatan yang lebih cepat.

teknlologi3dprinting berbasis Resin

Teknologi Cetak DLP  (Digital Light Processing)

Teknologi Printer 3D DLP (Digital Light Processing) akan menggunakan proyektor untuk pembentuk keseluruhan lapisan objek dalam satu waktu, oleh karena itu printer berteknologi DLP dapat mencetak 3D yang lebih mudah daripada printer 3D SLA, karena seluruh lapisan dibuat sekaligus di suatu tempat pada satu waktu dengan sebuah laser. Namun dengan teknologi DLP terdapat kelemahan pada berkurangnya resolusi dan kualitas akhir namu unggul dalam hal kecepatan pembentukan objek.

Resolusi printer 3D DLP tergantung pada proyektor, berapa banyak piksel/voxel yang tersedia. Proyektor Full HD biasanya memiliki 1080p. Karena ketergantungan pada jumlah piksel yang dimiliki oleh proyektor, printer 3D DLP dibatasi oleh ukuran piksel. Printer 3D yang memiliki build volume besar namun memiliki jumlah piksel tetap, sehingga tidak mungkinkan dapat mencetak sangat detail objek 3D-nya.

Proyektor yang digunakan oleh printer DLP 3D lebih murah dan mudah dibanding laser yang digunakan oleh printer SLA 3D.

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *