Print Bed Printer 3D

Komponen Printer 3D: Print Bed

Komponen printer 3 D yang berelasi dengan ukuran objek yang akan dibangun adalah print bed atau tempat cetak, karena semakin luas print bed, maka luas objek yang akan dibangun juga akan menjadi lebih luas. Print bed memiliki fungsi yang vital, dimana proses cetak objek 3 dimensi akan berlangsung.

Print Bed

Tempat cetak adalah permukaan tempat objek dicetakan, biasanya komponen ini akan terdiri dari selembar kaca, elemen pemanas, dan beberapa jenis lapisan yang membantu proses pencetakan dilakukan.

Heated Bed/ Non-Heated Bed

Kebanyakan tempat cetak dipanaskan untuk mencegah objek melengkung (warping) atau terdistorsi saat sedang dicetak. Hal ini dikarenakan kontraksi termal, yang memungkinkan plastik akan mengalami penyusutan saat menjadi dingin. Tempat cetak (print bed) sengaja dipanaskan untuk menjaga bagian bawah objek tetap hangat sehingga proses pelnengkungan pada objek dapat dihindari.

Beberapa printer 3D memliki tempat cetak yang tidak dilengkapi dengan pemanas, sehingga printer 3D tipe ini memiliki keterbatasan pencetekan terutama ketika menggunakan bahan/filament yang tidak rentan terhadap proses warping, seperti PLA.

Permukaan Print Bed

Permukaan print bed membantu material filament yang sedang dicetak untuk dengan mudah diletakan, namun juga memungkinkannya untuk dihapus dengan mudah saat pencetakan mengalami kesalahan. Terdapat beberapa jenis permukaan tempat cetak. Sebagian besar printer 3 dimensi akan dilengkapi dengan beberapa jenis permukaan tempat cetak serba guna, seperti film BuildTak atau PEI. Sedangkan untuk hasil terbaik disarankan menggunakan material permukaan yang sesuai dengan filament yang digunakan.

Leveling Tempat Cetak
Saat ini sudah banyak printer 3D yang memiliki mekanisme untuk secara otomatis memastikan bahwa tempat cetak /build area/print bed sejajar dengan nozzle sehingga pengguna akan terbantu pada saat melakukan kalibrasi sebelum printer 3D digunakan. Untuk printer 3D yang belum memiliki sistem auto leveling, maka proses kalibrasi harus dilakukan secara manual, untuk pemula kegiatan ini akan sangat berkeringat. Terdapat tiga opsi pelaksanaan leveling, yaitu : manual leveling, software leveling dan hardware leveling.

  • Manual Leveling
    Proses kalibrasi print bed dengan cara manual leveling, yaitu dengan melakukan ajdustmen manual terhadap print bed agar sejajar dengan nozzle dengan cara melonggarkan atau mengencangkan skup yang terdapat dibagian bawa print bed.
  • Software Leveling
    Penggunaan software MatterControl, pengguna akan mendapatkan informasi tentang posisi yang presisi sehingga sangat membantu.
  • Hardware Leveling
    Proses leveling dengan menggunakan hardware, adalah dengan menyerahkan semua proses leveling kepada mesin. Dimana printer 3D sendiri yang akan melakukan kalibrasi dan adjustment terhadap posisi print head dan nozzle yang paling ideal.

 

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *